Wah kok sudah berjamur sih rotinya, hmm ini juga tengik coklatnya…kok rasa sari buahnya gak enak ya…?! Pernah kan merasa kecewa dengan produk yang kita beli, padahal tidak sedikit kocek yang kita keluarkan dan tempat kita membeli juga lumayan keren tapi kenapa produk yang kita beli tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Pengalaman mengecewakan seperti diatas tentunya pernah kita alami, bukan disebabkan oleh kesengajaan penjual atau kecerobohan pembeli tetapi mungkin belum banyak orang yang mengetahui bahwa sejak tanggal 4 November 1996 telah disahkan UU Pangan No. 7 yang mengatur segala sesuatu hal yang berkaitan dengan pangan.
Produsen pangan atau Konsumen pangan seharusnya mengetahui apa saja yang harus terpenuhi pada produk pangan sehingga mendapat label “Pangan Bermutu”, Mutu pangan adalah nilai yang ditentukan atas dasar kriteria keamanan pangan, kandungan gizi dan standar perdagangan terhadap bahan makanan, makanan dan minuman. Dalam undang-undang pangan yang telah ditetapkan pemerintah, tidak diperkenankan menggunakan, menambahkan, maupun mencampur suatu bahan yang membahayakan bagi kesehatan manusia dalam proses produksi pangan, jadi sebagai produsen makanan harus memenuhi persyaratan tersebut sebelum menjual produknya pada konsumen, atau minimal konsumen mengetahui produk pangan yang bagaimana yang bisa masuk keranjang belanja kita?!
Berdasarkan UU No. 7 Tahun 96 tentang pangan, produk kemasan yang dipasarkan harus memenuhi kriteria minimal sebagai berikut ; 1. mencantumkan nama produk, 2. daftar bahan yang digunakan (ingredient), 3. berat bersih atau isi bersih, 4. nama dan alamat pihak yang memproduksi / memasukkan pangan ke dalam wilayah Indonesia, 5. keterangan halal, 6. tanggal, bulan serta tahun kadaluwarsa, 7. cara penyajian, 8. informasi gizi. Konsumen yang ingin membeli suatu produk sebaiknya selalu menerapkan kata-kata “Teliti Sebelum Membeli” sehingga produk yang akan kita konsumsi terjamin.
Jika kita menemukan produk yang kadaluwarsa sebaiknya kita sampaikan kepada penjual agar menukarnya kepada produsen, biasanya pihak produsen akan menarik produk kadaluwarsa tersebut dan mengganti dengan produk baru tanpa memungut biaya dari penjual. Selain dari tanggal kadaluwarsa yang tercantum kita juga dapat mendeteksi bahwa produk tersebut tidak layak kita konsumsi dari ciri-ciri fisiknya. Pada produk roti bisa dikatakan kadaluwarsa jika muncul jamur berwarna biru kehijauan, atau kadang muncul spora seperti benang halus berwarna hijau lumut, atau putih, sedangkan pada makanan kaleng atau makanan dalam kemasan tetrapack seperti susu pasteurisasi, sari buah sebaiknya jangan kita beli jika bentuk kemasannya berubah, menggembung, penyok, atau bocor. Kaleng makanan yang menggembung menandakan adanya bakteri penghasil gas yang telah mencemari produk tersebut sehingga tidak baik dikonsumsi. Perubahan warna produk juga bisa menjadi indikasi kerusakan pangan, seperti pada sari buah dalam kemasan gelas plastik yang warnanya kadang pudar, selain itu perubahan bau produk menjadi tengik juga merupakan ciri-ciri kerusakan pangan. Munculnya bau tengik lebih disebabkan oleh reaksi kimia yang mengubah susunan rantai kimia pada produk tersebut sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap.
Friday, March 23, 2007
January 26, 2007
Sempat ingin kuhentikan langkah, tautkan sisa nafas pada belati yang terselip mencuat dalam rimbun.
Sangkaku pecahlah segala pundi yang lama bersemayam diantara sendu nyanyian kalbu
Semburatkan lintang bersorak dalam kelamnya malam temani sitengsu bercengkrama lewati pojok-pojok cakrawala
Entah mengapa…
Tak kuhentikan langkah dan tak kutautkan sisa nafas pada belati yang terselip mencuat dalam rimbun
Meski ingin ku benamkan dalam-dalam
Pasungkan jiwa larut diantara serbuk mesiu asmarandana
Lelehkan degup jantung berkecamuk riuh rendah
Kupilih…
Langkahkan hati bersama sepenggal nafas yang mulai lelah
Sematkan kalbu pada kejora yang sedang lengah berpijar
Lewati bingkai-bingkai tertata lirih berbisik letih
Leburkan jiwa bersama riuhnya tawa buramkan lara
Kucoba
Berlalu susuri tepian meski tak hendak kususuri
Tersenyum mengukir asa pada mozaik senja
Mengalunkan stakato bergeming lemah
Lalui hati yang berlalu bersama fajar pagi
Ucapkan tabik pada embun pijar
Hmmfhhh…
Lagi..lagi puisi cinta yang buat “So Sick” udara kayanya ga jaman lagi deh..bersedi-sedih ria..
Bosan dan Jemu aku mendengarnya….. kenapa tak kau tenggelamkan saja semua puisi-puisi memuakkan dalam kubangan bualan “Bokis”
Lanjutkan saja hidup mu tak perlu hiraukan warna-warna kelabu yang lewati hari…melenggak-lenggok angkuh..
Kenapa tak kau coreng saja semua kepalsuan dan gantikan dengan pelangi serta binar bianglala…..
Sudahhhlahh…
Buang saja semua kerutan hati yang masih tersisa kalau perlu tenggelamkan dalam penghancur kertas..
Tertawalah sekarang sekeras dan selebar asa yang pernah kau goreskan dalam mozaik yang masih tersimpan rapi
Mampatkan butiran bening yang selalu mengalir di pelupuk mata bulatmu… kenapa tak kau gantikan dengan binar kerling lentiknya
Poleskan sebentuk sungging… kuatkan hati
S E M A N G A T
Sempat ingin kuhentikan langkah, tautkan sisa nafas pada belati yang terselip mencuat dalam rimbun.
Sangkaku pecahlah segala pundi yang lama bersemayam diantara sendu nyanyian kalbu
Semburatkan lintang bersorak dalam kelamnya malam temani sitengsu bercengkrama lewati pojok-pojok cakrawala
Entah mengapa…
Tak kuhentikan langkah dan tak kutautkan sisa nafas pada belati yang terselip mencuat dalam rimbun
Meski ingin ku benamkan dalam-dalam
Pasungkan jiwa larut diantara serbuk mesiu asmarandana
Lelehkan degup jantung berkecamuk riuh rendah
Kupilih…
Langkahkan hati bersama sepenggal nafas yang mulai lelah
Sematkan kalbu pada kejora yang sedang lengah berpijar
Lewati bingkai-bingkai tertata lirih berbisik letih
Leburkan jiwa bersama riuhnya tawa buramkan lara
Kucoba
Berlalu susuri tepian meski tak hendak kususuri
Tersenyum mengukir asa pada mozaik senja
Mengalunkan stakato bergeming lemah
Lalui hati yang berlalu bersama fajar pagi
Ucapkan tabik pada embun pijar
Hmmfhhh…
Lagi..lagi puisi cinta yang buat “So Sick” udara kayanya ga jaman lagi deh..bersedi-sedih ria..
Bosan dan Jemu aku mendengarnya….. kenapa tak kau tenggelamkan saja semua puisi-puisi memuakkan dalam kubangan bualan “Bokis”
Lanjutkan saja hidup mu tak perlu hiraukan warna-warna kelabu yang lewati hari…melenggak-lenggok angkuh..
Kenapa tak kau coreng saja semua kepalsuan dan gantikan dengan pelangi serta binar bianglala…..
Sudahhhlahh…
Buang saja semua kerutan hati yang masih tersisa kalau perlu tenggelamkan dalam penghancur kertas..
Tertawalah sekarang sekeras dan selebar asa yang pernah kau goreskan dalam mozaik yang masih tersimpan rapi
Mampatkan butiran bening yang selalu mengalir di pelupuk mata bulatmu… kenapa tak kau gantikan dengan binar kerling lentiknya
Poleskan sebentuk sungging… kuatkan hati
S E M A N G A T
Switch Off
We Know Nothing…
What Will Happen Tomorrow
We Never Know…
What Will We Be Someday
We Can Not Guess…
What Will Come
But…...
Out Of All...
We Have To Do Something
We Must Make Up Our Mind
We Should Change Our Point View
We Have To Switch Off
Every Single Steps
Of Us
2 Be Better One
No Need To Cry On
No Need Saying Give Up
No Need To Turn Back
Just Go On & Move On
On And On
Let Your Wings Fly U Up
What Will Happen Tomorrow
We Never Know…
What Will We Be Someday
We Can Not Guess…
What Will Come
But…...
Out Of All...
We Have To Do Something
We Must Make Up Our Mind
We Should Change Our Point View
We Have To Switch Off
Every Single Steps
Of Us
2 Be Better One
No Need To Cry On
No Need Saying Give Up
No Need To Turn Back
Just Go On & Move On
On And On
Let Your Wings Fly U Up
Subscribe to:
Posts (Atom)